Thursday, June 26, 2008

sepi

hari berlalu, terasa begitu sepi. waktu terasa berdetik lamban. pusaran terasa memerangkap, dan merasa terjebak dalam labirin yang demikian mencemaskan. kadang aku tak ingin tahu apapun, dan hanya melangkah; menempuh setiap kemungkinan seperti berjudi dengan kenyataan esok. tapi kali ini aku memilih berhenti. bimbang menimbang. ah, bagaimana keluar dari kegamangan ini? andai saja bisa semudah itu...
entah mengapa aku demikian berharap ada tangan yang mengulur, kemudian menemaniku menelisik setiap sudut lorong. betapapun tak membawaku keluar, cukup di sisiku; menemani melewati setiap lorong kemungkinan. ah, andai saja..

3 comments:

Herdin Oktafian T said...

Mas Lam Kenal... btw bisa di jadikan bait lagu yang bagus neh mas... :)

budhie said...

haha..jangan2 kita sama,mulai lelah bertempur melawan deadline...saya barusan memposting hal yang sama puang ahmad.. oya..hal yang paling tragis dalam hidup, bukanlah ketika kita sendiri dalam kesedihan, tapi ketika kita tertawa gembira tapi hanya sendiri...karena kita tak punya tempat untuk membagi kebahagiaan....

Sri Mulyani said...

bagus...