api. sebentar lalu semua usai menjadi puing
lalu hendak kau sebbut apa mata-mata yang menatapmu diam seperti ini?
"sebuah tempat sebagai tepi dari semuanya. sebuah tempat pulang, menemukan diriku sendiri yang kutinggalkan.."
setelah baru saja berita kubuat dan terkirim, aku diminta mengirim lagi "follow-up" perkembangan terbaru..
dan inilah...(***VO***)
SETELAH BENTROKAN USAI/ APARAT GABUNGAN KINI MEMBONGKAR SEKITAR 40 KIOS PK-5 DI PINTU 2 UNHAS// BELASAN PELAKU DITANGKAP OLEH APARAT POLRESTA MAKASSAR TIMUR// BEBERAPA KORBAN YANG LUKA KINI DIRAWAT DI RUMAH SAKIT WAHIDIN SUDITOHUSODO/ MAKASSAR//
(***ROLL***)SETELAH UNIT PERINTIS MENGAMANKAN LOKASI BENTROKAN DI KAWASAN PINTU 2 KAMPUS UNHAS/ MAKASSAR/ BELASAN ORANG YANG DIDUGA PELAKU DITRANGKAP DAN DIGELDANDANG KE MAPOLRESTA MAKASSAR TIMUR// SEDANG BEBERAPA ORANG KORBAN KINI DIRAWAT DI RUMAH SAKIT WAHIDIN SUDIROHUSODO/ MAKASSAR//
(WWC I/ AJUN KOMISARIS/ ANDI PATAWARI/ KAPOLRESTA
SEMENTARA/ APARAT GABUNGAN DARI SATPAM KAMPUS DAN SATPOL PP PEMERINTAH KOTA MAKASSAR LANGSUNG MEMBONGKAR SEKITAR 40 KIOS PK-5 DI KEDUA SISI JALAN PINTU 2 KAMPUS UNHAS// MENURUT PIHAK UNHAS/ PEMBONGKARAN INI DILAKUKAN/ KARENA SEBELUMNYA PK-5 SUDAH DIPERINGATI BERKALI-KALI//
(WWC II/ RISMA/ SALAH SEORANG PEDAGANG/ / YANG MEMBONGKAR ITU
SEMENTARA ITU/ POLISI KINI MASIH BERJAGA-JAGA// PK-5 JUGA MULAI MENGEMASI BARANG-BARANG MEREKA YANG MASIH TERSISA DARI PEMBONGKARAN//
hanya itu reportase yang bisa kutulis dari sekian banyak yang telah terjadi di jejeran kios pk-5 di kampus unhas. gambar sudah ditayangkan setelah 'dilempar' via satelit ke stasiun tv di Jakarta.. demikian cepat semua 'rekaman kenyataan' itu bergerak lalu tiba.
Adakah kecemasan, haru, dan perih yang kurasakan juga sampai ke tiap mata yang melihat tayangannya. .
Setelah jejeran kios itu rata dengan tanah; puluhan bapak-bapak, anak-anak, ibu tua yang masih terlihat sisa tangis dari matanya mengemasi sisa 'rumah' mereka. mereka mulai mengemasi harapan. Seorang ibu, sambil mengemasi tangisnya; "begini ternyata pemerintah..."
Ada beberapa anak yang masih mengenakan seragam sekolahnya. Mereka yang baru saja tiba sekolah --mungkin tak menyangka; kalau tempat ibunya mencari uang sekolahnya kini telah rata dengan tanah. Harapannya mungkin turut musnah.
ah..kenangan-ku selama bertahun-tahun melewati malam yang demikian hidup di kios-kios di pintu II itu mungkin harus pula kukemasi. Sarabba, Ubi goreng, juga puisi cinta yang pernah kutulis dari tempat itu..kini hanya sekedar ingatan.
Semua yang pernah melewati malam di pintu 2 unhas, akan mengenang hari ini. 30 mei 2005.